JANJI LEGIO NER Ya, Roh Maha Kudus, Saya ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, (Nama Calon) , Berharsat pada hari ini untuk didaftarkan sebagai legioner Maria. Namun karena insaf bahwa dari diriku sendiri, saya tak mampu mengabdi dengan pantas, Maka Saya mohon kepada-Mu untuk turun atas diriku dan memenuhi saya dengan diri-Mu, Sehingga perbuatan-perbuatanku yang tak berarti dapat ditopang oleh kekuatan-Mu dan menjadi alat bagi rencana-rencanamu yang besar. Namun saya tahu bahwa Engkau, yang telah datang untuk memperbaharui dunia dalam Yesus Kristus, tak hendak melakukannya selain dengan perantaraan Maria; Bahwa tanpa Dia Kami tak dapat mengenal ataupun mengasihi Dikau; bahwa segala karunia, keutamaan, serta rahmat-Mu dibagikan oleh Maria kepada siapa dia berkenan, bilamana dia berkenan, dan menurut jumlah serta cara yang berkenan kepadanya. Dan saya pun sadar, bahwa rahasia pengabdian sempurna seorang legioner terletak pada persatuan yang sempurna dengan Maria yang sedemikian sempurna dip...
Benarkah perubahan selalu datang dari suara yang paling keras? Dalam keseharian, banyak orang merasa tidak cukup penting untuk terlibat dalam perubahan. Merasa bukan siapa-siapa, tidak punya kuasa, tidak punya panggung. Akhirnya, sebagian besar memilih diam, menyesuaikan diri, dan berharap keadaan membaik dengan sendirinya. Padahal, berbagai buku tentang perubahan sosial menunjukkan hal sebaliknya. Dalam Pedagogy of the Oppressed karya Paulo Freire, dijelaskan bahwa ketimpangan dan ketidakadilan justru bertahan karena mayoritas orang terbiasa diam dan menormalkan keadaan. Jika diterjemahkan ke bahasa sehari-hari: masalah besar tidak selalu dipelihara oleh niat jahat, tapi oleh kebiasaan membiarkan. Diam yang terlalu lama membuat sesuatu yang salah terasa wajar. Di titik inilah gagasan dan sikap yang sering dilekatkan pada sosok seperti Abi Kusno Nachran menjadi relevan tentang keberanian yang tenang, konsisten, dan berpijak pada kesadaran sehari-hari. Ada beberapa pokok gag...