Langsung ke konten utama

Mereka tidak perlu pergi. Kalian saja memberi makan mereka.

Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mereka tidak perlu pergi. Kalian saja memberi makan mereka.” Jawab mereka, “Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan.” Yesus berkata, “Bawalah ke mari.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Setelah itu Ia mengambil kelima buah roti dan kedua ekor ikan. Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat, dibagi-bagi-Nya roti itu dan diberikan-Nya kepada para murid. Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. (Mat 14:13-21)

Tiga inspirasi iman dari Kristus:
1. Masalah sosial akan selalu ada dan kita diminta untuk tidak menghindari namun dengan penuh tanggung jawab mengatasinya.
2. Apa yg ada pada kita, sebetapapun terbatasnya, jika dipersembahkan dapat dijadikan sarana keselamatan Allah. 
3. Segala yg melekat pada kita punya dimensi spiritual, akan berkembang jika dibagikan pada yg membutuhkan. Berkah dalem.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenyamanan adalah Candu yang Paling Halus

Kenyamanan adalah candu yang paling halus. Ia tidak membunuh dalam sekejap, tetapi perlahan membuat seseorang kehilangan daya juangnya. Banyak orang tua modern lupa bahwa kasih sayang yang berlebihan tanpa tantangan justru bisa melumpuhkan karakter anak. Fakta menariknya, studi Harvard University tahun 2021 menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu sering diselamatkan dari kesulitan cenderung memiliki tingkat resiliensi yang rendah saat dewasa. Artinya, semakin sedikit mereka berhadapan dengan realitas keras kehidupan, semakin rapuh daya tahannya terhadap stres dan kegagalan. Kita hidup di era di mana orang tua berlomba memberi kenyamanan, bukan ketangguhan. Dari makanan yang serba instan, sekolah dengan fasilitas lengkap, hingga sikap melindungi yang berlebihan. Namun, pendidikan sejati bukan tentang membuat hidup anak mudah, melainkan membentuk kekuatan jiwa yang tahan menghadapi kesulitan. 1. Kenyamanan yang Berlebihan Melumpuhkan Keberanian Anak yang selalu diberi jalan ...

Janji Legioner Maria Indonesia

  JANJI LEGIO NER Ya, Roh Maha Kudus, Saya ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, (Nama Calon) , Berharsat pada hari ini untuk didaftarkan sebagai legioner Maria. Namun karena insaf bahwa dari diriku sendiri, saya tak mampu mengabdi dengan pantas, Maka Saya mohon kepada-Mu untuk turun atas diriku dan memenuhi saya dengan diri-Mu, Sehingga perbuatan-perbuatanku yang tak berarti dapat ditopang oleh kekuatan-Mu dan menjadi alat bagi rencana-rencanamu yang besar. Namun saya tahu bahwa Engkau, yang telah datang untuk memperbaharui dunia dalam Yesus Kristus, tak hendak melakukannya selain dengan perantaraan Maria; Bahwa tanpa Dia Kami tak dapat mengenal ataupun mengasihi Dikau; bahwa segala karunia, keutamaan, serta rahmat-Mu dibagikan oleh Maria kepada siapa dia berkenan, bilamana dia berkenan, dan menurut jumlah serta cara yang berkenan kepadanya. Dan saya pun sadar, bahwa rahasia pengabdian sempurna seorang legioner terletak pada persatuan yang sempurna dengan Maria yang sedemikian sempurna dip...

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Mat 10:38-39) Dua inspirasi iman bagi kita: 1. Mengikuti Kristus berarti bersedia mengalami penderitaan, kesulitan, penghinaan karena melakukan yg benar, baik, mulia, dan adil. 2. Mempertahankan nyawa adalah sikap yg mengutamakan keterikatan dengan kepemilikan duniawi, kenyamanan dan kemudahan, serta kepuasan diri. Apakah kita bersedia melepaskan itu demi menjalani panggilan dan mengupayakan perwujudan rencana Tuhan. Bersediakah kita? Berkah dalem.